Menelusuri Kelezatan Kuliner Kereta di Tokyo: Dari Ekiben hingga Ramen Street

Menelusuri Kelezatan Kuliner Kereta di Tokyo: Dari Ekiben hingga Ramen Street

Tokyo bukan hanya pusat teknologi dan mode, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner, bahkan di dalam hiruk-pikuk stasiun keretanya. Bagi wisatawan, pengalaman naik kereta di Jepang tidak akan lengkap tanpa mencicipi “kuliner rel” yang ikonik. Stasiun Tokyo, sebagai gerbang utama negara ini, telah bertransformasi menjadi destinasi gastronomi yang menawarkan segalanya, mulai dari kotak makan tradisional hingga mie ramen pemenang penghargaan.

Ekibenya Matsuri: Festival Bento dalam Satu Atap

Pemberhentian pertama bagi setiap penjelajah rasa adalah Ekibenya Matsuri. Terletak di dalam gerbang keberangkatan Stasiun Tokyo, toko ini menjual lebih dari 200 jenis Ekiben (ekimei bento) yang berasal dari berbagai prefektur di Jepang. Mengunjungi toko ini terasa seperti festival makanan; Anda bisa menemukan bento daging sapi Yonezawa yang mewah, bento makanan laut segar dari Hokkaido, hingga bento berbentuk kepala Shinkansen yang sangat disukai anak-anak. Salah satu yang paling unik adalah bento dengan teknologi self-heating—cukup tarik talinya, dan dalam beberapa menit makanan Anda akan panas mengepul seolah baru dimasak.

Tokyo Ramen Street: Surga Mie di Bawah Tanah

Jika Anda lebih suka makanan berkuah, berjalanlah menuju area bawah tanah stasiun ke arah Yaesu Underground Exit untuk menemukan Tokyo Ramen Street. Di sini, berkumpul kedai-kedai ramen paling bergengsi yang telah dikurasi secara ketat. Anda bisa mengantre untuk mencicipi Tsukemen (mie celup) legendaris di Rokurinsha, atau menikmati ramen wijen pedas di T’s Tantan yang 100% vegan. Keunggulan makan di sini adalah efisiensi; sistem pemesanan menggunakan mesin tiket otomatis memastikan perputaran pelanggan cepat namun kualitas rasa tetap terjaga.

Sensasi Gado-shita: Makan di Bawah Rel Kereta

Untuk pengalaman yang lebih berjiwa “lokal”, menujulah ke area Gado-shita di antara Stasiun Yurakucho dan Shimbashi. Ini adalah kawasan restoran yang dibangun tepat di bawah konstruksi beton rel kereta api. Saat https://nashcafetogo.com/ menyantap Yakitori (sate ayam) atau Gyoza di sini, Anda akan merasakan getaran lembut dan suara gemuruh kereta yang melintas di atas kepala. Suasana ini sangat populer di kalangan pekerja kantor Tokyo untuk bersantai setelah jam kerja, menawarkan sisi otentik kehidupan urban Jepang yang jauh dari kesan kaku.

Etiket Makan yang Perlu Diketahui

Meskipun kuliner kereta sangat menggoda, ada aturan tak tertulis yang perlu diperhatikan. Makan di dalam kereta sangat dianjurkan saat Anda menaiki Shinkansen atau kereta jarak jauh yang memiliki meja di kursi. Namun, sangat tidak disarankan untuk makan di kereta komuter lokal yang padat seperti Jalur Yamanote, karena ruang yang sempit dan aroma makanan dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Kuliner kereta di Tokyo membuktikan bahwa stasiun bukan sekadar tempat transit, melainkan jendela menuju kekayaan budaya kuliner Jepang.

اترك ردّاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *